Cara Hitung Untung Bersih Setelah Ongkir, Voucher, dan Promo
Banyak seller sudah tahu harga jualnya, tapi belum tahu angka laba bersihnya. Dua hal itu beda, dan selisihnya cukup besar kalau ada ongkir, voucher, dan promo yang aktif.
Urut menghitung dari harga jual
Hitung dari atas ke bawah, supaya tidak ada yang terlewat. Urutannya:
Harga jual
- Fee transaksi
- Fee admin
- Potongan voucher yang Anda tanggung
- Ongkir yang ditanggung seller
- Kemasan dan biaya lain per unit
- Modal produk
= Laba bersih per pesanan
Penting untuk konsisten. Kalau bulan ini Anda menghitung fee tapi bulan depan tidak, angkanya tidak bisa dibandingkan.
Menggabungkan semua potongan
Contoh order Rp100.000 di Shopee, kategori aksesoris fesyen dengan tarif administrasi 9,5 persen. Voucher Rp5.000 ditanggung seller, ongkir Rp14.000, kemasan Rp3.000, modal Rp55.000.
Harga jual Rp100.000
Diskon dan voucher seller -Rp5.000
---------
Dasar perhitungan fee Rp95.000
Administrasi 9,5% -Rp9.025
Biaya proses pesanan -Rp1.250
Ongkir -Rp14.000
Kemasan -Rp3.000
Modal -Rp55.000
--------
Total potongan Rp82.275
Laba bersih Rp17.725
Perhatikan dua hal di sini.
Pertama, fee dihitung dari dasar Rp95.000, bukan Rp100.000, karena diskon dan voucher yang Anda tanggung dipotong dulu.
Kedua, biaya proses pesanan Rp1.250 masuk sebagai baris tersendiri. Kalau dilewatkan, laba bersih terlihat Rp18.975, padahal angka sebenarnya Rp17.725. Untuk produk yang lebih murah, selisihnya jauh lebih besar.
Margin di contoh ini sekitar 17,7 persen. Kalau ini yang terjadi di toko Anda, ruang untuk biaya bulanan terasa tipis.
Contoh nyata satu transaksi
Angka yang paling berguna adalah dari mutasi saldo Anda sendiri. Ambil satu order dengan harga Rp100.000, lalu cocokkan:
- Berapa yang masuk ke saldo?
- Berapa total biaya yang tercatat di mutasi?
- Berapa selisihnya dengan hitungan manual Anda?
Kalau ada selisih, biasanya penyebabnya program gratis ongkir atau voucher toko yang aktif. Catat penyebabnya supaya hitungan bulan depan bisa lebih akurat.
Mencatat laba per kategori
Mencatat satu angka gabungan untuk seluruh toko menutupi masalah. Pisahkan minimal per kategori, karena margin antar kategori bisa jauh berbeda.
Buat tabel sederhana dengan kolom: nama produk, harga jual, total potongan, laba bersih, margin, dan jumlah terjual. Perbarui mingguan. Dari tabel ini Anda bisa langsung melihat produk mana yang perlu dinaikkan harganya.
Memantau laba setiap minggu
Laba yang terlihat bagus di bulan pertama bisa berubah di bulan ketiga, karena ongkir naik atau program promo berakhir. Pemantauan rutin membuatnya terlihat lebih cepat.
Cukup lima belas menit setiap minggu. Fokusnya bukan pada angka yang terlihat bagus, tapi produk mana yang labanya turun.