Cara Menentukan Harga Jual Supaya Tetap Untung di Marketplace
Banyak seller menentukan harga dengan cara melihat harga pesaing, lalu memasang harga sedikit lebih murah. Cara itu terlihat masuk akal, tapi mengabaikan satu hal: apakah harga tersebut masih menyisakan laba setelah semua biaya dipotong.
Mulai dari biaya, bukan dari harga-saingan
Harga pesaing adalah informasi, bukan titik awal. Titik awal yang benar adalah biaya Anda sendiri, karena itulah satu-satunya angka yang benar-benar Anda kendalikan.
Tulis semua biaya per satu unit:
- Modal produk
- Kemasan
- Ongkir kirim
- Persentase fee marketplace
- Biaya lain seperti kemasan khusus atau penyimpanan
Kalau ada biaya bulanan seperti langganan aplikasi atau iklan, bagi ke jumlah unit yang Anda incar per bulan.
Menghitung titik harga minimum
Titik harga minimum adalah harga di mana Anda tidak untung dan tidak rugi. Rumus sederhana:
Harga minimum = (Total biaya per unit + Biaya flat per pesanan) / (1 - Fee%)
Fee marketplace ikut masuk ke pembagi karena diambil dari harga jual. Angka ini lebih tinggi daripada biaya per unit, dan itulah yang sering terlewat.
Kalau platform Anda mengenakan biaya flat per pesanan, misalnya biaya proses pesanan, masukkan juga ke pembilang. Untuk produk bernilai kecil, komponen ini bisa menyumbang lebih dari empat persen, jadi dampaknya besar.
Menambahkan margin yang realistis
Setelah titik minimum ketemu, tambahkan margin sesuai kondisi Anda. Untuk seller yang baru mulai, angka kecil lebih aman daripada angka besar yang hanya terlihat di daftar.
Perhatikan bahwa margin dihitung dari harga jual, bukan dari modal. Pembedaannya besar, seperti dijelaskan di artikel rumus margin dan markup.
Contoh lengkap satu produk
Modal Rp50.000, kemasan Rp3.000, ongkir Rp13.000. Pakai tarif Shopee kategori aksesoris 9,5 persen, plus biaya proses pesanan Rp1.250.
Tanpa diskon, biaya selain persentase fee adalah Rp67.250. Karena ada biaya flat Rp1.250, harga minimumnya:
Harga minimum (tanpa margin) = 67.250 / (1 - 0,095) = Rp74.309
Sekarang dengan target margin 20 persen, biaya flat ikut masuk pembilang:
Harga jual = 67.250 / (1 - 0,095 - 0,20) = Rp95.390
Bulatkan ke Rp99.000 supaya terlihat wajar di listing. Cek dulu apakah margin 20 persen masih menyisakan ruang untuk gratis ongkir. Kalau tidak, naikkan harga lagi.
Perhatikan bahwa tanpa memperhitungkan biaya Rp1.250, rumus yang hanya memakai persentase akan memberi harga sekitar Rp93.617. Selisih Rp1.773 per order itu baru terasa kalau produknya terjual seratus kali.
Kesalahan saat menentukan harga
Bulatkan ke bawah untuk terlihat lebih murah. Selisih Rp2.000 per order terlihat sepele, tapi seratus order berarti pengurangan laba yang nyata.
Mengabaikan retur. Kalau persentase retur Anda lima persen, harga Anda harus rata-rata lima persen lebih tinggi dari yang Anda tulis di listing.
Tidak memperhitungkan biaya yang muncul belakangan. Biaya iklan dan voucher sering diaktifkan setelah produk berjalan, bukan sebelum.
Cara mempraktikannya
Masukkan angka Anda ke kalkulator margin dan balik modal. Isi modal, kemasan, ongkir, dan fee yang berlaku di akun Anda, lalu tetapkan target margin. Kalkulator akan menampilkan harga minimal, harga dengan target margin Anda, serta berapa unit yang perlu terjual untuk balik modal.
Untuk menghitung biaya platform lebih dulu, pakai kalkulator fee marketplace. Lebih praktis menjalankan dua kalkulator ini bergantian setiap kali Anda mengubah harga beli atau ongkir.
Kapan harus menaikkan harga
Naikkan harga kalau salah satu kondisi ini terjadi:
- Modal naik karena harga beli dari supplier berubah
- Persentase retur di atas lima persen
- Ongkos kirim naik
- Program gratis ongkir yang aktif menambah beban
Naikkan dalam langkah kecil dan lakukan sekali setiap beberapa minggu. Perubahan harga yang terlalu sering membuat sulit melacak mana yang membuat perbedaan.