Kalkulator Margin & Balik Modal
Masukkan modal dan biaya, lalu dapatkan harga jual yang sesuai target margin Anda serta jumlah unit yang perlu terjual agar biaya bulanan toko tertutup.
| Rincian per 1 pesanan | Nilai |
|---|---|
| Harga jual | Rp 100.000 |
| Modal | -Rp 60.000 |
| Kemasan | -Rp 4.000 |
| Ongkir | -Rp 14.000 |
| Fee platform 9,00% | -Rp 9.000 |
| Biaya flat per pesanan | -Rp 1.250 |
| Laba bersih per pesanan | Rp 11.750 |
Cara pakai
- Pilih marketplace dan kategori produk, atau isi sendiri persentase fee-nya.
- Isi modal, kemasan, ongkir, dan biaya proses pesanan per unit.
- Isi biaya tetap bulanan: iklan, langganan aplikasi, sewa gudang, dan sejenisnya.
- Tentukan target margin, lalu bandingkan dengan harga jual yang sedang dipakai.
Kenapa fee ikut diperhitungkan saat mencari harga
Ini bagian yang sering terlewat. Karena biaya platform diambil dari harga jual, maka harga dan fee saling memengaruhi. Anda tidak bisa menghitung harga dengan rumus modal ditambah persentase untung saja, karena biaya yang menyertainya ikut naik seiring naiknya harga jual.
Rumus yang dipakai tool ini:
- Rekomendasi harga = (biaya variabel + biaya flat) / (1 - fee% - target margin%)
- Laba per pesanan = harga jual - modal - kemasan - ongkir - (harga jual x fee%) - biaya flat
- Titik balik modal = biaya tetap / laba per pesanan
Perhatikan bahwa biaya flat ikut berada di pembilang. Untuk produk murah, ini membuat harga minimum yang harus dipasang menjadi jauh lebih tinggi daripada yang terlihat jika hanya menghitung persentase.
Contoh kenapa ini penting
Anggap produk seharga Rp50.000 dengan fee 9 persen. Kalau hanya menghitung persentase, biayanya Rp4.500. Tapi Rp4.500 ditambah Rp1.250 biaya proses pesanan menjadi Rp5.750, yaitu 11,5 persen. Untuk seratus order, selisihnya Rp125.000.
Margin dan markup, bedanya di mana?
Keduanya sering dianggap sama. Margin dihitung dari harga jual, markup dihitung dari modal. Untuk produk dengan margin tipis, angka markup bisa terlihat jauh lebih besar dan membuat seller merasa lebih untung dari kenyataan.
Praktisnya: pakai margin untuk menentukan target harga, pakai markup untuk menilai apakah harga beli dari supplier masih sehat. Pembahasannya ada di artikel Rumus Margin dan Markup.